Profil Salatiga

439px-lambang_kota_salatigaKETIKA banyak daerah harus berjuang untuk mendapatkan hak mengurus
wilayahnya sendiri, Sala-Tri, asal kata Salatiga seperti yang tertulis di
Prasasti Plumpungan, justru telah menikmati status otonom 1.250 tahun
yang lalu. Tepatnya pada tanggal 24 Juli 750 Masehi, oleh Raja Bhanu yang
bertahta saat itu, Salatiga dihadiahi status tanah perdikan, yang dalam
bahasa Sanskerta berarti merdeka. Status otonom dalam mengelola daerah
sendiri dan terbebas dari pajak ini diberikan karena masyarakatnya dianggap
berjasa memelihara tempat ibadah dan perkembangan agama Hindu saat itu.
Kota Salatiga memang istimewa. Letaknya di ketinggian 450-800 meter di
atas permukaan air laut menjadikannya sejuk dan asri. Sejauh mata
memandang, penglihatan pun dimanjakan oleh panorama pegunungan yang hijau kebiruan dan
berjajar mengitari kota. Jalanan turun dan mendaki akan lebih banyak ditemui ketimbang jalan
datar yang jumlahnya hanya 10 persen dari wilayah kota. Pasalnya, kota ini memang terhampar
di kaki Gunung Merbabu dan juga pegunungan seperti Telomoyo, Gajah Mungkur, serta Payung
dan Rong.
Segala keistimewaan Salatiga tidak membuat penduduknya terlena. Perkembangan sektor
industri pengolahan, memberi bukti tingginya semangat masyarakat kota dalam berusaha.
Setidaknya ada tiga jenis industri besar yang bergerak dalam bidang pertekstilan, ban, dan
pemotongan hewan yang berlokasi di sana. Begitu pula dengan dunia kewirausahaan, seperti
industri kecil dan rumah tangga, tampak dalam berbagai bentuk barang produksi.
Celana hawai misalnya-istilah celana pendek bersaku banyak-atau aneka pakaian anak dan
dewasa, sprei, sarung bantal, dan guling adalah beberapa keluaran industri kecil yang cukup
menonjol di lingkup Kota Salatiga. Tepatnya di Kecamatan Tingkir, salah satu wilayah di sisi timur
kota, terdapat sentra industri konveksi semacam itu. Rumah-rumah lengkap dengan mesin jahit
dan tumpukan kain yang siap diolah dapat dengan mudah dijumpai di sana.
Di kota ini industri konveksi jumlahnya 126 buah dengan masing-masing mempekerjakan 10
hingga 30 orang pegawai. Pada tahun 2000 melalui jenis industri ini mampu dihasilkan nilai
produksi Rp 5,9 milyar. Angka itu hanya merupakan sebagian kecil dari total sumbangan industri
pengolahan yang besarnya mendekati Rp 119,76 milyar terhadap kegiatan ekonomi Salatiga di
tahun yang sama.
Selain konveksi, industri kecil lainnya yang juga ikut meramaikan ekonomi Salatiga adalah
industri pengolahan makanan. Dendeng dan abon sapi rasa asin, manis, dan pedas atau kripik
paru misalnya, adalah makanan yang banyak diminati untuk dijadikan oleh-oleh. Enting-enting
gepuk dan ampyang, hasil olahan dari kacang tanah, termasuk di antaranya. Lokasi pembuatan
aneka makanan tersebut tersebar di seluruh kecamatan di Kota Salatiga.
Berkembangnya sektor industri ikut memacu kegairahan dunia perdagangan yang dalam lima
tahun ke belakang selalu meningkat. Banyaknya pusat perbelanjaan menjadi bukti ramainya
orang berdagang. Pasar Jetis, Blauran, Pasar Raya I dan II, serta pertokoan di sepanjang Jalan
Makutarama adalah beberapa nama lokasi perbelanjaan di sana.
Letaknya di persimpangan jalan menuju Kota Semarang, Solo, dan Yogyakarta, makin
menguntungkan sektor perdagangan Salatiga. Hawanya yang sejuk sering kali mengajak orang
yang melintas untuk mampir sekadar istirahat, makan, dan minum di restoran atau di tempat
penginapan. Diharapkan, dari sekadar singgah atau bahkan bermalam, terjadi perputaran uang
lewat transaksi belanja barang dan jasa. Di tahun 2000 total kegiatan ekonomi di sektor ini
nilainya Rp 109 milyar dan menjadi penyumbang terbesar ketiga untuk Salatiga.

3 Responses

  1. ..mau tanya nieh….penjelasan tentang Profil Salatiga itu dikutip dari mana ya???? tolong dilampirkan referensinya dong….biar ngga asal maen ‘copy + paste’ aja…hehehe

  2. maaf ats kekurangannya…
    profil ini yang saya buat diambil dari beberapa referensi
    misal salatiga.biz, salatiga.nl, n dari wiki jg…

    thx……bersulang

  3. wah kurang komplit tu bos ga ada foto panorama pariwisata andalannya di kasih donk…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.